artkel lepas

Suatu saat, pusaran itu akan menghisapmu, melahapmu hingga tak bersisa. Suatu saat, hidup akan begitu melelahkan hingga sekedar untuk menlanjutkan nafas saja kau harus berjuang tanpa ujung.

Suatu saat, ah! tak perlu menunggu suatu saat. Memangnya seperti itulah dia, hidup adalah pertarungan, namun juga sekedar canda tawa yang terlalu sering dianggap serius. Hidup adalah kekonyolan yang selalu ingin dianggap wajar dan normal. Hidup adalah blablabla… hidup adalah blablabla…. Terlalu banyak kilasan kata-kata untuk menggambarkannya. Begitupun kau tahu sebegitu banyak kata-kata itu sekedar hambar bila berhadapan dengan kenyataan. Karena suatu saat….

Ya, karena suatu saat seperti sediakala. Kau akan dipenuhi tuntutan-tuntutan yang tak akan pernah dapat terpuaskan. Hingar-bingar suara makhluk bumi yang memuakkan. Gelak tawa mereka yang menjijikkan, lender-lendir kenyataan dari taring-taring buas bernanah. Tenagamu telah terkuras pada paruh pertama perjalananmu, saat itu kau sudah akan terlalu lelah untuk melawan dan bertahan.

Setiap petarung yang kelelahan merasakannya, keinginan utnuk berhenti melawan. Kehabisan energy, sendi-sendi lunglai, pandangan buram. Dengan apa pula kau akan melawan? Kau sendirian, sedang makhluk-makhluk bumi itu berjuta-juta tak berhingga. Saat itu, kelelahan sudah tak memberi ruang pada daulat kesadaranmu. Mereka akan menyeretmu pada jalan-jalan mereka -caracara hidup dan nilai-nilai yang mereka anut- dan mereka begitu berambisi agar kau pun menelusuri jalan itu sehingga sedikit demi sedikit kau akan menjadi seperti mereka.

Tentu saja, mereka adalah monster-monster kehidupan yang begitu merasa asing pada dirinya sendiri sehingga mereka merasa perlu membuat sebanyak mungkin copyan diri mereka agar mereka yakin mereka adalah makhluk yang wajar.

Suatu saat, kau tak bisa menghindar untk tidak menjadi seperti mereka. Kau tak dapat memilih jalan selain yang mereka pilihkan untukmu.

Maka sebelum saat itu tiba, buatlah sebuah jalan dengan penuh kemerdekaanmu. Jalan yang sama sekali berbeda dan memutar jauh dari pola denah para makhluk bumi. Buatlah jalan yang sama sekali tak ada mereka disana.

Walaupun kau akhirnya harus kalah dan menyerah lalu diseret kepada jalan mereka. Setidanya saat kau menjadi monster seperti mereka itu kau bisa berkata dengan bangga pada sejawatmu sesama monster-monster itu; bahwa engkau pernah memiliki jalanmu sediri! Bahwa engkau pernah bermimpi untuk merdeka dari seluruh pola pikir, dari seluruh kewarasan artificial ini! Bahwa engkau pernah murni! Engkau pernah perawan! Engkau pernah menjadi makhluk langit yang suci dari lumpur dunia! Bahwa engkau tidak terlahir seperti ini!
Suatu saat ketika kau menjadi moster seperti mereka, setidaknya kau adalah monster yang dapat bercerita dengan bangga tentang masa lalumu.

Dan itu adalah selemah-lemahnya iman dan keteguhan hati yang kau punya

sumber : zuriat fadil nyidamsari

Toko Pertanian Kabupaten Tegal


Toko Sumber Tani Tegal
Address: Jl Garuda Kemantran Gg Nusa Indah 2 RT 001/02, Kemantran, Tegal
Phone number: +62.283.315009




Toko Tani Gembong Kulon 
Jl. Mute Desa Gembong Kulon Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal